Senin, 14 Juni 2010

Indonesia Juga Bisa

Perhelatan akbar FIFA World Cup kembali digelar.Kali ini yang menjadi tuan rumah untuk kejuaraan bergengsi itu adalah Afrika Selatan.Milyaran pasang mata dibumi ini tertuju pada Benua Hitam teersebut.Lalu bagaimana dengan Indonesia,apakah akan Jadi Penonton Sepanjang Masa?.
Jadi penonton sepanjang masa,itulah judul sebuah article yang dimuat di mediaindonesia online beberapa hari yang lalu.Article itu cukup menyentuh hati saya,cukup membuat hati saya merasa miris.Sebenarnya saya tidak begitu menyukai olah raga yang bernama Sepak Bola ini,namun yang jadi permasalahan adalah bukan soal suka atau tidak sukanya.Tetapi yang menjadi permasalahan adalah soal harga diri suatu bangsa.Walau bagaimanapun saya sebagai warga negara Indonesia yang cinta akan Indonesia juga berharap supaya Indonesia bisa dikenal oleh dunia akan prestasinya salah satunya melalui ajang FIFA World Cup ini.Namun belum sempat rasa kesal saya hilang,mata saya saya tertuju pada sebuah article yang berjudul Indonesia? Maaf,Anda Bukan Prioritas.
Tentu saja saya semakin merasa kesal,article ini mengingatkan saya kepada seseorang yang sangat luar biasa,beliau adalah Bung Karno presiden pertama RI.Konon sewaktu kecilnya beliau juga sering dihina oleh anak-anak belanda dalam hal bermain bola.Bung Karno selalu mendapat perlakukan yang tidak adil dari anak-anak bule."Bagaimanapun,ada permainan dimana seorang anak bangsa Indonesia dari zamanku tidak dapat menunjukan keahliannya.Misalnya perkumpulan sepak bola."demikian penuturanya kepada Cindy Adams (penulis biografinya).
Mengingat Bung Karno sekaligus mengingatkan saya kepada kejayaan PSSI pada masa pemerintahan beliau sebagai presidaen.Pada waktu itu PSSI pernah menjadi team yang tangguh dan menjadi team yang sangat diperhitungkan di Asia.Pemain PSSI pada waktu itu adalah Ramang,Maulwi Saelan,Rasjid,Chaeruddin,Ramelan,Sidhi,Tan Liong Houw,Aang Witarsa,Thio Him,Danu,Phoa Sin Liong,dan Djamiat.
PSSI sangat membanggakan pada saat itu,ini terlihat pada lawatannya ke Filipina,Hongkong,Thailand,Malaysia (pada tahun 1954) dan PSSI berhasil menyapu kesebelasan negara-negara tersebut.Sejumlah kesebelasan Eropa pun pernah mencoba untuk menjajal kekuatan PSSI,mulai dari Yugoslavia yang digawangi oleh Beara (salah satu kiper terbaik dunia pada saat itu),team Stade de Raims yang dibintangi Raymond Kopa yang bergelar si kaki emas,kesebelasan Rusia dengan kiper top dunia Lev Jashin,team Lokomotive dengan pemain andalannya Bubukin sampai team Vollentein.
Menjelang kejuaraan dunia di Swedia(1958),PSSI juga pernah mengalahkan RRC dengan skor 2-0 di Jakarta.Namun untuk pertandingan kedua di Peking(masih melawan RRC) PSSI kalah dengan skor 3-4,dan kemudian dilanjutkan di Rangoon dengan skor 0-0.Untuk lawan PSSI selanjutnya adalah Israel,namun Indonesia tidak mempunyai hubungan diplomasi dengan Israel sehingga PSSI tidak jadi berangkat.PSSI juga pernah menahan UNI-SOVIET dengan skor 0-0 di Olimpiade Melbourne (pada tahun 1956)
Itulah segelintir kejayaan Idonesia (PSSI) di era pemerintahan Bung Karno.Bung Karno telah membuktikan bahwa dia tidak mau dihina,lalu bagaimana dengan pemerintah kita sekarang?
Apakah sudah kebal denga hinaan bangsa asing?
Ataukah ingin menjadi penonton selamanya?
Lalu bagaimana dengan pejabat teras PSSI sekarang,yang notebandnya sebagai narapidana?
Bagaimana dengan Menpora kita yang sibuk dengan urusan partainya?
Mudah-mudahan INDONESIA BISA bukan hanya menjadi sebuah slogan dan angan-angan belaka,tetapi menjadi sebuah kenyataan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar