Jumat, 11 Juni 2010

Batu Loncatan Atau Batu Sandungan?


Pernahkah anda mendengar istilah Batu Loncatan dan Batu Sandungan?
Saya yakin istilah itu sudah tidak asing lagi ditelinga anda.Batu loncatan adalah batu tumpuan untuk melompat(meloncat),pengertian lainnya adalah jalan (usaha) untuk menjadi atau memperoleh kedudukan(pekerjaan) yang lebih.Sedangkan batu sandungan adalah batu penghalangan atau halangan(menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia).

Bicara soal batu loncatan atau batu sandungan,saya punya sebuah cerita yang mudah-mudahan bisa memotivasi anda.Cerita ini berkisah tentang seorang teman saya yang namanya saya rahasiakan dan saya ganti dengan nama"Si Kita".

Ceritanya berawal dari seorang teman saya (Si Kita) yang baru lulus dari salah satu PT (Perguruan Tinggi) dengan title ST,yang pada saat itu sedang mencari pekerjaan. Hari-demi hari dilaluinya dengan mencari berbagai informasi tentang lowongan kerja,menulis dan mengirimkan lamaran ke berbagai instansi.Sudah cukup banyak lamaran kerja yang dikirim dan interview yang diikutinya,namun semuanya belum membuahkan hasil.

Pada suatu saat,akhirnya ia diterima bekerja disebuah perusahaan swasta di ibu kota.Sebenarnya pekerjaan itu tidak sesuai dengan harapannya namun karena statusnya sebagai seorang pengangguran akhirnya dia bersedia bekerja diperusahaan itu."Hitung-hitung sebagai batu loncatan daripada nganggur,sekarang cari kerja susah."demikianlah penuturannya.

Hari demi hari,bulan demi bulan dan bahkan tahun demi tahun telah dilaluinya dengan bekerja diperusahaan tersebut.Ternyata Si Kita ini merasa sangat menderita bekerja disitu,ia merasa bekerja under pressure,ia merasa borring dengan pekerjaannya itu.Setiap hari ia selalu mengeluh,dan berharap untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik.Dikantor Si Kita selalu bermalas-malasan,bahkan dia sering tidak ngantor dengan berbagai alasan.Dan hingga kini Si Kita masih bekerja di perusahaan itu.Hari-hari dilaluinya dengan perasan yang menderita,dengan beban yang berat,dengan hidup yang penuh dengan keluh kesah.

Ada beberapa hal yang dilupakan oleh Kita,salah stunya adalah tidak bersyukur dengan apa yang telah didapatkanya.Sebenarnya masih banyak hal yang patut Kita syukuri,setidaknya Kita masih bisa bekerja dan memiliki penghasilan sementara diluaran sana masih banyak orang yang menganggur dan tidak berpenghasilan.Kita masih dikarunia kesehatan,dan lain-lain.Point yang pertama adalah Kita tidak mensyukuri apa yang telah Kita peroleh.

Merasa jenuh dan ingin mendapatkan lebih adalah wajar,namun hendaknya Kita bijak dalam menyikapinya.Jangan mengeluh dengan keadaan tetapi lakukanlah lompatan-lompatan kecil yang bisa mengeluarkan Kita dari jeratan keadaan saat ini.Konsisten dalam segala hal,seperti pada awalnya Si Kita berharaf bahwa pekerjaan sekarang hanyalah batu loncatan saja.Namun apa yang terjadi pada Kita sekarang,dia tidak konsisten dan menjadikan batu loncatan sebagai batu sandungan,hingga dia jatuh dan tersungkur didalam kondisinya sekarang.Point yang berikutnya adalah Kita tidak konsisten dan negatve thinking.

Pesan saya untuk Kita adalah "Suatu kebodohan jika Kita menyesalkan kondisi Kita sekarang dan berharap untuk mendapatkan yang terbaik,sementara Kita tidak melakukan apa-apa Dan janganlah menjadikan batu loncatan sebagai batu sandungan,tetapi jadikanlah batu lonctan sebagai per pelontar supaya kita bisa melompat lebih tinggi,Serta syukurilah apa yang telah Kita dapatkan dari usaha dan kerja keras Kita,atau setidaknya syukuri anugerah Tuhan yang telah ada didalam diri Kita."

Itulah gambaran kehidupan seorang teman saya,semoga anda bisa memetik hikmah dan belajar dari kesalahannya.

2 komentar:

  1. assalamualaikum Bapak / Ibu, saya ingin minta sarannya ceritanya saya sudah bekerja di sebuah franchise selama 4 tahun dan selama 4 tahun tersebut saya tidak melihat wujud dari kerja keras saya sendiri dan posisinya saya pernah mengetahui jika gaji saya ternyata sama dengan anak baru masuk di franchise tersebut. apa yang harus saya lakukan? dan apa saya salah jika mencari pekerjaan lain yang lebih baik? mohon sarannya terimakasih.

    BalasHapus